'Agama adalah kesetiaan (loyalitas)' (HR Bukhari)
'Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka' (HR Ibnu Maajah)
'Kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua bertanggung jawab atas apa yg kalian pimpin' (HR Muttafaq'alaih)
Ya,orang beragama adalah orang yg semestinya memiliki loyalitas pada agamanya. Sekarang bagaimana caranya agar kita memiliki dan bisa meningkatkan kesetiaan kita ?.
Lihat berapa jumlah umat islam di Indonesia . Jawaban yg kita dapatkan adalah terbesar di dunia. Subhanallah..
Sekarang mari lihat berapa banyak aksi kriminalitas yg ada setiap hari. Dan yg tampak adalah tiada henti barang sehari.
Ironis..
Pernahkah terlintas pada pikiran anda,apa yg dipikirkan orang barat (non muslim) yg oleh sebagian orang Indonesia dibenci mati-matian dan sebagian lain dipuja habis-habisan. Bagaimana muka bangsa Indonesia yg mayoritas beragama islam,malah bercokol diperingkat tiga terbesar dalam hal korupsi. Apa yg mereka pikirkan ??
Harapan yg ada menurutku,hanyalah mereka tidak melihat 'siapa' tapi mengetahui 'bagaimana'.
Tidak melihat siapapun dari agamanya tapi memahami,setidaknya mengetahui benar hakekat ajaran agama tersebut.
Kesetiaan lagi-lagi menjadi barang langka dan mahal. Loyalitas begitu sulit ditanamkan. Bagai orang buta yg membuang tongkatnya. Terbata melangkah,begitu mudah dibelokkan. Dan kesetiaan amat sulit ditemukan.
Kesetiaan pada agama,kesetiaan pada negara,kesetiaan pada yg dipimpin. Begitu besar 'setia' yg mesti dimiliki tiap pemimpin.
Seperti pelayan yg bekerja tanpa harap imbalan lain selain keridhaan-Nya,seperti kekasih yg harus setia pada pasangannya,seperti orangtua yg akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya. Seperti itu kira-kira pemimpin yg didambakan.
Memendam rindu dikala jauh,mencurahkan kasih bila ada didekatnya,merasai sakit apabila belahan jiwa tersakiti. Begitu indah.
Setiap pemimpin adalah pelayan. Maka setiap orang adalah pelayan. Bagi agamanya,bagi dirinya,bagi keluarganya,bagi negaranya dan bagi dunianya.
Kadang kita mengakui bahwa yg paling sayang kpd diri kita adalah kita sendiri. Sekarang coba ingat-ingat berapa kali anda kecewa dlm hidup. Dan yg harus lagi diingat adalah KENAPA.
Kenapa anda kecewa,kenapa bisa,memangnya kenapa ?.
Bukankah salah satu sebabnya adalah karena keputusan yg anda ambil kala itu?
Lihat..begitu sayang pada diri sendiri,sampai bisa merusak hati dg kekecewaan. Sayang macam apa?!
Telah dikhianatikah oleh diri sendiri?
Bisa saja !!
Karena dari awal kita tidak setia,tidak berusaha setia dan sepertinya tidak ingin setia pada diri sendiri.
Bila kita setia,knp enggan membantu mata yg kesulitan memandang hanya yg baik,susah benar menolong kaki yg tak beranjak juga dari kursi malas,sulit sekali menahan hati yg kadang bimbang dg hal-hal pasti. Pasti baiknya,pasti buruknya.
Itukah setia. Bukankah kesetiaan biasanya terlihat ketika ada yg berbuat setulus hati untuk melakukan yg terbaik,apapun resikonya,selelah apapun kondisi fisiknya.
Dan sudah merasa loyalkah anda pada diri anda sendiri?
Karena,apapun yg anda kerjakan berpengaruh besar bagi sekitar anda karena anda adalah salah seorang pemimpin.
Sebuah cerita: ada seseorang yg ingin sekali memimpin dunia,tp ketika dia melihat keadaan dunia seperti ini,maka ia mengecilkan cita-citanya menjadi ingin menguasai negara. Tapi ketika melihat keadaan negaranya seperti ini,ia kembali ragu dan bercita-cita untuk menjadi pemimpin yg baik bg lingkungan sekitarnya. Ketika melihat keadaan lingkungan yg buruk,ia berpikir untuk memimpin keluarganya terlebih dahulu.Tapi sama dg yg sudah-sudah,keadaan keluarganyapun begitu memprihatinkan. Maka,ia bertekad untuk dapat memimpin dirinya sendri dg baik. Dan ia berhasil !! Setelahnya,ia bisa jadi pemimpin keluarganya,bisa memimpin lngkungannya dg baik. Lalu naik trz dg memimpin negaranya yg begitu ia khawatirkan dan akhirnya dpt memimpin dunia.
Senin, 11 Mei 2009
Tidak hanya sekedar tahu..
Kalian tahu sobat..
Bahwa rajin belajar bisa bikin pintar, hemat pangkal kaya, orang baik dan jahat akan mendapat balasan setimpal atas perbuatannya.
Aku tahu dan anda pasti juga tahu semua itu.
Setiap langkah dalam setiap kali helaan nafas adalah saat dimana kita harus memilih. Entah itu sebuah big deal dlm hidup atau sekedar menentukan arah langkah kita. Kita tahu dan masih harus memilih.
Ukuran kepastian pada setiap pilihan,tentunya tak luput dari semua apa yg kita tahu,apa yg kita miliki dan apa yg bisa dilakukan. Tanpa itu,apapun pilihan yg kita ambil hanya sekedar untung-untungan. Maka untunglah orang yg beruntung.
Bila kita tahu semua ini,mana yg baik,mana tidak baik. Apa yg harus dilakukan mana yg mesti ditinggalkan. Bukankah mudah ?..Tapi ternyata apa yg kita tahu punya batas pd kata tahu hanya tahu.
Tahukah kawan,ternyata hidup tidak cukup hanya sekedar tahu.
Bila kita tahu banjir bisa terjadi karena sampah yg ada bukan pd tempatnya. Kenapa kita biarkan,bahkan malah menambahkan.
Jika kita tahu bila dg berusaha lebih keras dan atas izin Allah apapun yg diinginkan bisa saja tercapai,kenapa masih saja bertopang dagu. Bila tahu sholat,puasa adalah wajib hukumnya,dimana bila ditinggalkan maka harga tiket neraka telah dicicil dg itu,kenapa juga masih banyak yg meninggalkan. Sungguh,percayalah..mereka tahu itu.
Perlu lebih dari tahu untuk dpt hidup. Butuh lebih dari sekedar semangat untuk mulai melangkah. Mesti ada lebih dari setumpuk niat agar tubuh bisa bergerak. Harus ada lebih dari kata siap untuk melihat hasilnya. Lihat..Tuhan menciptakan kelebihan pada diri kita.
Tahulah aku,bahwa memang masih banyak yg belum diketahui. Dan ada pula kritikan,bahwa masih kurang ketahuan yg semestinya diketahui.
Bahwa rajin belajar bisa bikin pintar, hemat pangkal kaya, orang baik dan jahat akan mendapat balasan setimpal atas perbuatannya.
Aku tahu dan anda pasti juga tahu semua itu.
Setiap langkah dalam setiap kali helaan nafas adalah saat dimana kita harus memilih. Entah itu sebuah big deal dlm hidup atau sekedar menentukan arah langkah kita. Kita tahu dan masih harus memilih.
Ukuran kepastian pada setiap pilihan,tentunya tak luput dari semua apa yg kita tahu,apa yg kita miliki dan apa yg bisa dilakukan. Tanpa itu,apapun pilihan yg kita ambil hanya sekedar untung-untungan. Maka untunglah orang yg beruntung.
Bila kita tahu semua ini,mana yg baik,mana tidak baik. Apa yg harus dilakukan mana yg mesti ditinggalkan. Bukankah mudah ?..Tapi ternyata apa yg kita tahu punya batas pd kata tahu hanya tahu.
Tahukah kawan,ternyata hidup tidak cukup hanya sekedar tahu.
Bila kita tahu banjir bisa terjadi karena sampah yg ada bukan pd tempatnya. Kenapa kita biarkan,bahkan malah menambahkan.
Jika kita tahu bila dg berusaha lebih keras dan atas izin Allah apapun yg diinginkan bisa saja tercapai,kenapa masih saja bertopang dagu. Bila tahu sholat,puasa adalah wajib hukumnya,dimana bila ditinggalkan maka harga tiket neraka telah dicicil dg itu,kenapa juga masih banyak yg meninggalkan. Sungguh,percayalah..mereka tahu itu.
Perlu lebih dari tahu untuk dpt hidup. Butuh lebih dari sekedar semangat untuk mulai melangkah. Mesti ada lebih dari setumpuk niat agar tubuh bisa bergerak. Harus ada lebih dari kata siap untuk melihat hasilnya. Lihat..Tuhan menciptakan kelebihan pada diri kita.
Tahulah aku,bahwa memang masih banyak yg belum diketahui. Dan ada pula kritikan,bahwa masih kurang ketahuan yg semestinya diketahui.
Langganan:
Komentar (Atom)