Senin, 24 Mei 2010

Itu Saja

Setiap suara, setiap prahara..dan cipta pada tiap deburan waktu.
Ingin bisa memaknai lebih indah dari sekedar pilih.
Kesulitan mengeja isi, ada pada kata hati tak putih.
Berebut makna dlm tiap bagian otak yg terbagi.
Ambil kisahmu dan buatlah anyaman bintang tanpa lampu.
Karena, sendiripun..kan benderang tak tersepuh.

Mungkin sepuluh kata tak cukup.
Beranjak surut, berlumut.
Namun selalu ada asa mengawan di langit hati, tak bertepi.

Satu masa, mungkin ada alfa, kecewa, luka, duka..
Satu masa kan datang tawa, canda, suka, pengampunan...
Mengganti, tumpang tindih dalam waktu yg terlatih berlari, tertatih tak letih.

Ah,waktu memang selalu begitu...

Menghitung langkah tersisa..entah sampai kapan berada..nisbi.

Bisa berarti sebentar lagi, sedekat malam dg bintang..dan aku hilang dari keberadaan..tidak ada.
Berarti bisa saat ini, lebur dalam waktu, menjadi isi bumi, bergelut dg kabut..berharap tersebut tak kusut.

Ah, laut..
Biru, kuat, luas, menyamudera..menyatu dg kuasa.
Mendekam tiap lembaran asaku sebiru kataku.

Menyemai kasih tiap kisah yg datang dan pergi.
Dengan atau tanpa..tetap saja masih ada.

Maka, tiap satu lampu redup dibelakang. Mengumpulkan bingkai kertas bernas..
Semoga tak terbakar..tak hangus..tak hilang.

Semoga tiap bagian otak, tak perlu dibelah jadi dua untuk hanya 'sekedar' memilih. Memaknai tiap masa...hmmm...tak lebih kembali jd sejarah.
Semoga..

itu saja...

Tidak ada komentar: